Reshuffle Kabinet Jilid 3: Prabowo Bongkar-Pasang 11 Kursi, Erick Thohir Geser ke Menpora, Qodari Masuk KSP
Jakarta, 17 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju Jilid 3 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Sebanyak 11 pejabat baru dilantik menggantikan sejumlah pejabat lama.
Langkah ini menjadi sorotan publik karena dilakukan hanya 9 hari setelah reshuffle jilid 2 pada 8 September 2025. Sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo sudah tiga kali melakukan reshuffle dalam 11 bulan masa kepemimpinannya, menandai dinamika politik yang cepat dan penuh kalkulasi.
*Daftar Pejabat Baru yang Dilantik*
1. Djamari Chaniago – Menko Polhukam
2. Erick Thohir – Menpora
3. Afriansyah Noor – Wamenaker
4. Farida Farichah – Wamenkop
5. Rohmat Marzuki – Wamenhut
6. Angga Raka Prabowo – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
7. Nanik S Deyang – Wakil Kepala BGN
8. Sony Sanjaya – Wakil Kepala BGN
9. Muhammad Qodari – Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
10. Sarah Sadiqa – Kepala LKPP
11. Ahmad Dofiri – Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian
*Pejabat yang Diberhentikan*
Erick Thohir dari Menteri BUMN
Sulaiman Umar dari Wamenhut
Angga Raka Prabowo dari Wamenkomdigi
Hasan Nasbi dari Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan (PCO)
AM Putranto dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
Reshuffle jilid 3 ini membawa sejumlah kejutan. Erick Thohir yang semula Menteri BUMN kini dipindahkan menjadi Menpora. Pergeseran ini menimbulkan spekulasi politik, mengingat Erick adalah tokoh populer dengan pengalaman panjang di BUMN.
Posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang semula dijabat AM Putranto kini dipercayakan kepada analis politik Muhammad Qodari. Langkah ini dipandang sebagai strategi memperkuat lini komunikasi dan pengendalian isu politik di lingkar istana.
Sementara itu, Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menko Polhukam, kursi strategis yang menandakan fokus besar pemerintah pada stabilitas politik, hukum, dan keamanan. Adapun Ahmad Dofiri, mantan pejabat tinggi kepolisian, dipercaya menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian.
Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, reshuffle kabinet biasanya dilakukan setahun atau dua tahun sekali. Namun, Presiden Prabowo melakukan perombakan tiga kali hanya dalam 11 bulan:
*Jilid* *1* – 19 Februari 2025
*Jilid 2* – 8 September 2025
*Jilid 3* – 17 September 2025
Kondisi ini menunjukkan dinamika politik yang sangat cepat. Beberapa pengamat menilai reshuffle beruntun ini mencerminkan upaya presiden menemukan formasi terbaik, sekaligus adanya tarik-menarik kepentingan politik di lingkar kekuasaan.
Langkah Presiden merombak kabinet memiliki dasar hukum yang jelas.
UUD 1945 Pasal 17:
Ayat (2): “Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.”
UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara:
Pasal 23 ayat (2): “Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.”
Pasal 24: “Presiden dapat memberhentikan Menteri sewaktu-waktu.”
Pasal 10 ayat (1): “Wakil Menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.”
Dengan landasan hukum tersebut, Presiden memiliki kewenangan penuh secara konstitusional untuk melakukan reshuffle kapan saja demi memperkuat kinerja pemerintahan.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arif Santoso, menilai reshuffle jilid 3 ini menunjukkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang pragmatis dan adaptif.
> “Tiga kali reshuffle dalam waktu kurang dari setahun adalah bukti bahwa Presiden tidak ragu untuk melakukan evaluasi cepat. Namun, di sisi lain, ini juga mencerminkan adanya tarik-menarik kepentingan di lingkar koalisi yang harus diakomodasi,” kata Arif.
Menurutnya, masuknya Muhammad Qodari di posisi KSP menunjukkan perhatian besar istana pada pengendalian opini publik dan komunikasi politik.
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyebut reshuffle ini sebagai langkah memperkuat kinerja pemerintah.
> “Presiden ingin kabinet bekerja lebih cepat, lebih solid, dan mampu menjawab tantangan bangsa. Jadi bukan soal siapa yang diganti, tapi bagaimana pemerintahan bisa lebih efektif,” ujar Muzani.
Politisi senior PAN, Yandri Susanto, menilai perpindahan Erick Thohir dari BUMN ke Menpora tidak bisa dipandang sebagai penurunan posisi.
> “Menpora adalah pos penting karena berkaitan langsung dengan generasi muda dan olahraga nasional. Ini adalah ruang strategis, bukan sekadar kursi pelengkap,” tegasnya.
Di sisi lain, politisi PKS, Mardani Ali Sera, menilai reshuffle beruntun dapat menimbulkan kesan ketidakstabilan.
> “Jika terlalu sering reshuffle, publik bisa menilai kabinet tidak solid sejak awal. Pemerintah sebaiknya fokus pada program kerja, bukan terus-menerus bongkar pasang pejabat,” katanya.
Reshuffle jilid 3 ini menegaskan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinamis, pragmatis, sekaligus penuh perhitungan politik. Publik kini menanti apakah komposisi baru ini benar-benar mampu menjawab tantangan utama: stabilitas politik, komunikasi publik yang efektif, dan percepatan pembangunan nasional.(Ft)










