Kolaborasi Polsek Toba dan Petani Lokal, Panen Jagung Jadi Bukti Sinergi Ketahanan Pangan

Sanggau, Polda Kalbar – Polsek Toba kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Pada Senin (20/10/2025), jajaran Polsek Toba melaksanakan kegiatan panen jagung di lahan Demplot 2 seluas satu hektare yang berlokasi di Dusun Modang, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.

Kegiatan panen dimulai sejak pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, dihadiri langsung oleh Kapolsek Toba Iptu Arnold R.M beserta seluruh personel Polsek Toba dan kelompok tani (Poktan) setempat.

Meskipun sempat diguyur hujan, semangat peserta panen tetap tinggi sebagai wujud dukungan nyata terhadap upaya peningkatan produktivitas pangan di wilayah hukum Polsek Toba.

Kapolsek Toba Iptu Arnold R.M mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Demplot Polri Presisi, yang menitikberatkan pada peran aktif Polri dalam membantu masyarakat di sektor pertanian. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Melalui kegiatan panen di Demplot 2 ini, kami ingin menegaskan bahwa Polsek Toba tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendukung ketahanan pangan masyarakat. Sinergi antara Polri dan petani harus terus diperkuat,” ujar Iptu Arnold R.M di sela kegiatan panen.

Panen di Demplot 2 merupakan lanjutan dari rangkaian program budidaya jagung yang telah dimulai beberapa bulan sebelumnya. Lahan seluas satu hektare tersebut dikelola secara gotong royong antara personel Polsek Toba dan kelompok tani, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga masa panen yang kini membuahkan hasil.

BACA JUGA:  Polresta Mataram Gelar Pemusnahan 1.920 Minuman Ber'alkohol. SAKSI HUKUM INDONESIA.COM ll MATARAM NTB - Sebagai upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Polresta Mataram Polda NTB menggelar Konferensi Pers Pemusnahan Barang Bukti Minuman Keras (Miras) Tradisional dan Beralkohol tanpa ijin hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) bertempat di halaman Mapolresta Mataram. Jumat, (01/09/2023) Dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH dengan disaksikan Kasdim 1606 Mataram Letkol Inf Supriadi, SH, Hakim Pengadilan Negeri Mataram A.A. Gede A. Jiwandana, SH, Konselor BNN Heri Sutowo, S.Kom, M.Kes, Kasi PB2R Kejari Mataram Jaksa Muda I Nyoman Wasita Triantara, SA, Kasat Reskrim Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE SIK MH, Kasat Lantas Kompol Bowo Tri Handoko SE SIK, Kasat Intelkam Kompol Hatta SIP, Kasat Narkoba, AKP I Made Dimas Widyantara SIK MH, perwakilan Sat Pol PP dan pejabat utama Polresta Mataram. Kapolresta Mataram melalui Kabag Ops Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SH MH mengatakan bahwa sebagai upaya preventif menjaga Harkamtibmas berdasarkan Surat Perintah Kapolresta Sprin/1514/VIII/PAM.2./2023, pada tanggal 21 Agustus 2023 sampai dengan 1 September 2023, Polresta Mataram melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan ( KRYD ). Kegiatan tersebut menyasar tempat penjualan dan produksi minuman keras dan tradisional berbagai jenis dan merk, yang tidak dilengkapi dengan ijin produksi dan ijin menjual minuman beralkhol dan tradisional guna menciptakan situasi kondisi yang aman dan kondusif menjelang Operasi Mantap Brata (OMB), ucapnya Adapun tujuan kegiatan ini dilaksanakan oleh Polresta Mataram, guna menjaga situasi yang aman menjelang kegiatan kampaye dan perhelatan pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 di wilayah hukum Polresta Mataram, imbuhnya Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan tempat yang menjadi pengamanan serta penertiban terhadap tempat keramaian masyarakat yang dapat menggangu keamanan, ungkapnya Kompol Gede juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan, bersama gabungan TNI-Polri dan Pol PP Kota Mataram dengan melakukan penertiban pada tempat warung yang menjual minuman keras serta tradisional dan tempat-tempat hiburan yang menyediakan minuman beralkohol dan tradisional tanpa dilengkapi dengan ijin penjualan dan peredaran minuman beralkohol. Alhasil jumlah keseluruhan 1.920 botol minuman beralkohol dan tradisional dan nilai nominal harga barang bukti yang berhasil dilakukan penyitaan sebesar Rp 108.595.000,-, terangnya " Wilayah Kota Mataram sebanyak 12 tempat dan wilayah Lombok Barat sebanyak 34 tempat, dengan rincian 1.238 botol minuman tradisional jenis tuak, 156 botol minuman tradisional jenis brem, 122 botol minuman tradisional jenis arak, 43 botol minuman beralkohol jenis anggur merah, 55 botol minuman beralkohol jenis bir hitam, 177 botol minuman beralkohol jenis bir putih, 82 botol minuman beralkohol jenis Vodka, 47 botol minuman beralkohol jenis whisky.", ungkapnya Selanjutnya dilakukan pemusnahan barang bukti minuman keras disaksikan oleh para undangan dan awak media yang hadir. ( KORLIP NTB )

Meski hasil akhir panen masih dalam proses penghitungan, Kapolsek menyampaikan optimismenya terhadap hasil yang akan diperoleh. Proses pengeringan dan pemipilan jagung dijadwalkan berlangsung usai seluruh lahan selesai dipanen. Kegiatan panen juga akan dilanjutkan esok hari mengingat kondisi cuaca yang sempat menghambat kegiatan di lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi panen terpantau aman, tertib, dan kondusif. Para personel Polsek Toba turut memastikan keamanan di sekitar area panen serta membantu petani dalam proses pemetikan dan pengumpulan hasil jagung.

Iptu Arnold menambahkan, keberhasilan program Demplot ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi sumber pangan produktif.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan serupa, tidak hanya di sektor pertanian jagung, tetapi juga pada komoditas lain yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan panen Demplot 2 ini, Polsek Toba menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga kamtibmas, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kemandirian pangan.

Langkah kecil di lahan satu hektare ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus menggerakkan semangat ketahanan pangan dari desa.

Koordinator liputan SHI com Kalbar,” Rustan.”

Mungkin Anda juga menyukai