Istri Sekda Menghilang Saat KPK Geledah Pemkab: Besse Tenri Sampeang “Lemas”, Publik Justru Curiga

PONOROGO,-Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Senin (11/11/2025), berlangsung tanpa kehadiran Besse Tenri Sampeang, Kepala Kesbangpol yang juga istri Sekda Agus Pramono. Ketidakhadirannya menjadi sorotan karena bertepatan dengan penggeledahan ruang kerja suaminya yang baru ditetapkan sebagai tersangka.

Saat dikonfirmasi, Besse hanya menyampaikan alasan sakit.
“Kurang sehat… agak lemes. Di rumah saja istirahat,” tulisnya singkat.

Absennya Besse di hari yang paling krusial memunculkan sinyal ganjil di tengah situasi birokrasi yang sedang diguncang kasus besar suap jabatan.

Sekda Agus Pramono ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan adanya aliran Rp 325 juta yang ia terima terkait perpanjangan jabatan Dirut RSUD dr. Harjono Yunus Mahatma. Dana tersebut merupakan bagian dari setoran Rp 1,25 miliar yang mengalir kepada Bupati Sugiri Sancoko.

Rincian aliran dana menurut KPK:
*Rp 900 juta diterima Bupati Sugiri melalui dua kerabatnya.*

*Rp 325 juta mengalir kepada Sekda Agus.*

*Rp 500 juta terakhir diserahkan sehari sebelum OTT.*

Di saat penyidik KPK berada di kantor Pemkab, pejabat yang paling dekat dengan tersangka justru tidak hadir.

Penggeledahan KPK dilakukan di sejumlah titik strategis:
*Ruang kerja Bupati*

*Ruang kerja Sekda*

*Rumah dinas bupati (Pringgitan)*

*Kantor BPBJ Setda Ponorogo*

Jumlah temuan yang besar ini memperkuat dugaan bahwa penyimpangan tidak berhenti pada satu dua pejabat saja. KPK belum membeberkan isi koper, namun Jubir KPK Budi Prasetyo memastikan:

“Benar ada penggeledahan. Detailnya nanti kami sampaikan.”

Singkat, tetapi cukup menunjukkan bahwa penyidik menemukan materi penting.

BACA JUGA:  Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan Akan Bersihin Modus Jual Beli Ruang Tahanan

Nama Besse bukan sekadar menjadi sorotan karena absennya. Ia sebelumnya diangkat sebagai Kepala Kesbangpol melalui lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang diketuai langsung oleh suaminya sendiri, Sekda Agus Pramono.

Kini, setelah kasus suap yang menjerat suaminya mencuat, sorotan terhadap proses lelang jabatan itu kembali muncul. Absennya Besse justru memperkuat persepsi publik bahwa ada masalah serius dalam etika birokrasi Pemkab Ponorogo.

Besse juga mengaku sudah tidak berkomunikasi dengan Agus sejak kasus ini terungkap.
Pernyataan itu bukannya meredakan polemik, justru memunculkan pertanyaan baru mengenai dinamika di lingkaran keluarga dan jabatan.

Sampai saat ini, empat tersangka sudah diumumkan KPK:
*1. Bupati Sugiri Sancoko*

*2. Sekda Agus Pramono*

*3. Dirut RSUD dr. Harjono Yunus Mahatma*

*4. Sucipto (kontraktor* )

Namun tiga koper dokumen yang disita membuka kemungkinan adanya nama-nama tambahan:
*pejabat yang ikut mengurus proses perpanjangan jabatan* ,

*pihak yang terlibat dalam aliran dana* ,

hingga pejabat lain yang mengetahui dan membiarkan praktik tersebut.

KPK kini memegang banyak materi, dan publik menunggu siapa yang akan menyusul dipanggil.

Absennya Besse Tenri Sampeang pada hari ketika KPK menggeledah Pemkab Ponorogo bukan sekadar alasan sakit. Ini menambah tanda tanya besar atas integritas birokrasi yang sedang diguncang kasus suap jabatan.

Tiga koper dokumen telah dibawa.
Empat pejabat sudah terseret.
Satu pejabat kunci memilih tidak hadir.

Situasi ini menunjukkan bahwa kasus di Ponorogo bukan sekadar permainan uang,tetapi juga persoalan konflik kepentingan, relasi jabatan, dan dugaan penyalahgunaan kewenangan yang menumpuk selama bertahun-tahun.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai