Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Hari Santri Fest 2025, Gus Idam Ceramah di Tengah Hujan Deras
TULUNGAGUNG,-Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sorotan dengan terselenggaranya Santri Fest 2025, puncak peringatan Hari Santri Nasional, Rabu (19/11/2025) di GOR Lembu Peteng. Ribuan jamaah memadati lokasi acara sejak sore, meski hujan deras mengguyur. Semangat masyarakat tidak surut; para santri dan jamaah bertahan dengan payung, jas hujan, dan tenda darurat untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., beserta istri, yang membuka secara resmi dan menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai agama dan kebangsaan. Hadir pula Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin beserta istri, yang ikut menyemarakkan acara dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Santri Fest.
Tokoh penting lainnya yang hadir antara lain:
*Wali Kota Blitar, Saiful Mukimin*
*Anggota Forkopimda Kabupaten Tulungagung*
*Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung*
*Kapolres Tulungagung*
*Dandim 0807 Tulungagung beserta Ibu*
*Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung beserta Ibu*
*Ketua Pengadilan Negeri Tulungagung*
*Seluruh anggota DPRD Tulungagung*
*Sekda, Kepala OPD, dan Instansi Vertikal se-Kabupaten Tulungagung*
*Ketua dan jajaran MUI Tulungagung*
*Mustasyar PCNU, Rois Syuriyah PCNU, Ketua Tanfidziyah PCNU*
*Seluruh Banom dan lembaga NU: Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU-IPPNU*
*Para guru ngaji, tokoh masyarakat, tokoh agama, santri, dan tamu undangan*
*Ketua Panitia Puncak Hari Santri Nasional 2025, Saudara Rifqi, beserta seluruh panitia*
Dalam sambutannya, Rabu(19/11/2025),Bupati Gatut Sunu mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya puncak Hari Santri Nasional 2025.
Bupati menyampaikan penghormatan kepada seluruh tokoh dan undangan yang hadir, dari pejabat daerah, Forkopimda, tokoh agama, pengurus NU, santri, hingga masyarakat umum. Beliau menegaskan:
Santri bukan hanya penjaga urusan keagamaan, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan. Santri adalah kekuatan moral bangsa kita.”
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, ulama, pengurus NU, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat Tulungagung yang telah menyiapkan Santri Fest 2025 dengan baik, hingga acara berlangsung meriah, khidmat, dan penuh makna.
Bupati mengingatkan bahwa Hari Santri adalah momentum memperkuat akhlak, meneladani para ulama, menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta meneguhkan persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.
Puncak acara adalah Pengajian Umum bersama Gus Idam, ulama muda karismatik dari Sabilul Taubah Blitar. Dalam tausiyahnya, Gus Idam mengajak jamaah untuk:
*Memperkuat iman dan akhlak,*
*Meneladani perjuangan para kiai dan ulama,*
*Menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah, dan*
*Memperkokoh persatuan umat di tengah perkembangan zaman.*
Ribuan jamaah tetap bertahan mendengarkan ceramah hingga akhir, meski hujan deras mengguyur. Lantunan sholawat, takbir, dan doa bersama menambah kekhidmatan malam itu.
Sebelum pengajian akbar, Santri Fest 2025 menampilkan berbagai kegiatan:
*Manasik Akbar TK-RA Muslimat NU se-Kabupaten Tulungagung*
*Festival Musik Santri*
*Sholawat Ishari*
*Lalaran Alfiyah*
*Istigosah dan Doa Bersama*
*Lantunan sholawat dari Woro Widowati*
Kegiatan tersebut menjadikan Santri Fest sebagai ajang silaturahmi, syiar Islam, dan festival kreativitas santri, memadukan seni dan tradisi Islam Nusantara.
Hingga acara berakhir, ribuan jamaah tetap bertahan dengan tertib. Semangat kesantrian dan kecintaan masyarakat Tulungagung terhadap syiar Islam terlihat jelas.
Santri Fest 2025 ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bahwa santri adalah cahaya bangsa dan Tulungagung tetap menjadi rumah bagi tradisi Islam yang damai, teduh, dan penuh keberkahan.(Ft)









