Hari Guru Nasional ke 80 Tahun PGRI di SMKN 1 Entikong 2025

Menguatkan Profesionalisme, memperjuangkan kesejahteraan guru dan menegakkan Harkat Guru Perbatasan.

Entikong, 20 November 2025 guru di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, larut dalam kehangatan dan semangat

peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan Hari Guru Nasional ke-80 tahun 2025. Upacara peringatan yang digelar secara khidmat menjadi

momentum refleksi peran strategis guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan.indonesia- Malaysia.

Upacara yang berlangsung meriah di Lapangan SMKN 1 Entikong ini dipimpin langsung oleh Camat Entikong, Bapak Yuliyus Eka Suhendra, S. Sos., sebagai Inspektur
Upacara. Dalam sambutannya, Camat Yuliyus Eka Suhendra, S. Sos., menyampaikan apresiasi

setinggi-tingginya atas dedikasi para guru yang tak kenal lelah, terutama dalam menghadapi tantangan unik pendidikan di wilayah perbatasan negara.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Di perbatasan ini, tantangan Bapak dan Ibu guru jauh lebih kompleks, mulai dari keterbatasan sarana hingga akses. Oleh karena itu, di usia ke-80 PGRI ini, mari kita jadikan

momentum untuk terus berinovasi, memastikan setiap anak bangsa di Entikong mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Camat Yuliyus Eka Suhendra, S. Sos., dengan penuh semangat.

Ketua PGRI Kecamatan Entikong, Bapak Dominiko Niko, S. Th., turut menyampaikan orasi kebangsaan yang menggugah. Beliau menyoroti HUT PGRI dan HGN tahun ini menekankan pentingnya sinergi antara guru, pemerintah, dan masyarakat.

80 tahun bukti nyata komitmen kita pada kemerdekaan dan pendidikan. Tantangan global menuntut kita untuk bertransformasi. PGRI Kec. Entikong siap menjadi garda terdepan dalam mendorong

BACA JUGA:  Polsek Kapuas Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Dapatkan Beras Harga Terjangkau

kompetensi guru agar mampu melahirkan generasi perbatasan yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tegas Bapak Dominiko Niko, S. Th.

Beliau juga menambahkan mengenai kesejahteraan guru yang bertugas di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia. Sudah terlalu lama guru-guru perbatasan ini merasa dianaktirikan dalam hal kesejahteraan,” tegas Bapak Dominiko Niko, S.Th., dengan nada prihatin.

Beliau membandingkan kondisi guru dengan instansi lain yang bertugas di lokasi yang sama:

“Instansi lain di Kecamatan Entikong setiap bulan menerima tunjangan khusus perbatasan yang melekat pada gaji.

Sementara kami, para guru, yang sehari-hari menghadapi kesulitan ganda di wilayah perbatasan, sudah lama tidak menerima tunjangan yang sama.

Kami memohon, Pemerintah Pusat dan Daerah harus melihat ketimpangan ini sebagai prioritas. Kesejahteraan guru perbatasan adalah cerminan keseriusan negara

dalam menjaga marwah pendidikan di tapal batas,” pungkasnya, disambut tepuk tangan dukungan dari ratusan guru yang hadir.

Acara puncak upacara ditutup dengan pembacaan doa yang penuh haru dan harapan oleh Bapak Abidinsyah, S.Pd. Doa tersebut dipanjatkan untuk keselamatan,

Dan kesejahteraan, serta kelancaran bagi para guru dalam menjalankan tugas mulianya, serta harapan agar pendidikan di Entikong semakin maju dan mampu bersaing.

Selain upacara, perayaan HUT PGRI dan HGN ke-80 di Entikong juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba olahraga tradisional antar guru, seminar pendidikan,

hingga bakti sosial serta door prize bagi peserta upacara. Rangkaian acara ini menjadi ajang silaturahmi dan penguatan solidaritas antar sesama tenaga pendidik.

Peringatan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sebagai pemantik semangat baru bagi seluruh insan pendidikan di Kecamatan Entikong

untuk terus berkarya dan berjuang demi masa depan generasi anak bangsa perbatasan Indonesia-Malaysia yang lebih cerah menuju Indonesia maju.

BACA JUGA:  Sempat Kabur Ke Gili Trawangan, Terduga Curas Berhasil Diamankan Tim Resmob Polresta Mataram

Koordinator liputan SHI com Kalbar,” Rustan.”

Mungkin Anda juga menyukai