Bupati Gatut Sunu Resmikan Bazar Tulungagung Djadoel 2025, MAN 1 Tampil Memukau Ribuan Pengunjung
TULUNGAGUNG,-Perayaan Hari Jadi Tulungagung ke-820 semakin meriah dengan penyelenggaraan Tulungagung Djadoel 2025 di Taman Bina Bakat dan Bazar Djadoel 2025 di Alun-Alun Tulungagung pada 27–30 November. Kedua event ini menghadirkan suasana tempo dulu yang berpadu dengan hiburan rakyat, kuliner tradisional, pertunjukan seni, pameran sejarah, dan stan UMKM, menarik ribuan pengunjung setiap harinya.

Festival Tulungagung Djadoel di Taman Bina Bakat dibuka pada Kamis (27/11/2025) oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati Ahmad Baharudin, S.M., Sekretaris Daerah Drs. Tri Hariadi, M.Si, jajaran OPD, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat.
Acara pembukaan dimeriahkan oleh drama tari dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, yang memukau para tamu undangan. Kehadiran Ketua STKW Surabaya, Dr. H. Jarianto, M.Si, menambah nuansa edukatif dalam festival ini.
Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa Tulungagung Djadoel bukan sekadar festival bernuansa tempo dulu, melainkan ruang pelestarian sejarah, budaya, dan kearifan lokal.
Festival ini menjadi ruang bagi kita untuk menghidupkan memori kolektif tentang sejarah dan budaya yang telah membentuk Tulungagung hingga menjadi daerah yang maju seperti sekarang,” ujar Bupati.
Seni pertunjukan yang ditampilkan STKW memiliki nilai edukatif dan mampu menginspirasi generasi muda agar mencintai budaya daerah.”
Secara paralel, Bazar Djadoel 2025 dibuka di Alun-Alun Tulungagung. Event ini menampilkan stan kuliner tradisional, UMKM, kerajinan furniture, wahana permainan anak, flashmob era 90-an, band nostalgia, serta Dangdut Djadoel OM Bareta.

Bupati menegaskan bahwa Bazar Djadoel adalah ruang strategis untuk merawat tradisi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Bazar Djadoel bukan sekadar acara tahunan, tetapi ruang bagi kita semua untuk merawat tradisi, memperkuat UMKM, dan menghadirkan kebanggaan budaya Tulungagung. Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus bergerak, kreatif, dan berdaya,” ujar Bupati.
Pada Jumat (28/11/2025), pertunjukan Jaranan Safitri Putro berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung. Dengan musik gamelan menghentak, kostum megah, dan atraksi tarian yang energik, kelompok seni ini menghadirkan pengalaman budaya yang memikat.
Puncak perhatian terjadi pada Sabtu (29/11/2025) saat Grup Sholawat MAN 1 Tulungagung, juara 1 Sholawat Tingkat Nasional, tampil di panggung utama. Harmoni vokal yang kompak dan pembawaan penuh penghayatan menghadirkan suasana religius yang syahdu. Banyak penonton menyebut penampilan ini sebagai salah satu pertunjukan terbaik sepanjang festival.
PLT Kepala MAN 1 Tulungagung, Drs. Muhibudin, M.Pd.I, hadir untuk memberikan dukungan moral,
Saya sangat bangga atas penampilan anak-anak. Mereka berhasil membawa suasana religius yang indah di tengah Bazar Djadoel. Ini bukti bahwa siswa MAN 1 memiliki potensi besar di bidang seni religi,” ujarnya, Sabtu(29/11/2025).
Semoga mereka terus berkembang dan menginspirasi generasi muda lainnya.
Festival ini menghadirkan:
Pagelaran drama tari dan musik tradisional,
Pameran sejarah dan budaya Tulungagung,
Wisata kuliner tradisional,
Stan UMKM dan kerajinan lokal,
Wahana permainan anak,
Flashmob era 90-an, band nostalgia, dan Dangdut Djadoel.
Kegiatan ini menjadi ruang interaksi budaya sekaligus motor penggerak ekonomi lokal, melibatkan ratusan pelaku usaha dan komunitas seni.
Rangkaian festival menunjukkan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan lembaga pendidikan, termasuk MAN 1 Tulungagung, dalam membangun generasi muda kreatif, berkarakter, dan berbudaya.
Bazar dan Tulungagung Djadoel bukan sekadar nostalgia, melainkan bukti bahwa Tulungagung mampu bergerak maju sambil menjaga akar tradisi dan kekayaan budaya.(Ft)









