Bazar UMKM Desa Kepuh Digelar Tiga Hari, Perpaduan Panggung Seni, Pendidikan, dan Ekonomi Kerakyatan
Tulungagung,-Semangat membangkitkan perekonomian desa kembali diwujudkan oleh Pemerintah Desa Kepuh melalui penyelenggaraan Bazar UMKM Desa Kepuh 2025. Agenda besar ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, Jumat–Minggu, 12–14 September 2025, bertempat di Dusun Tugu, tepat di sebelah timur rumah Kepala Desa, dengan jadwal kegiatan dari pukul 15.00–23.00 WIB.

Suasana sore hari pada Jumat (12/9) terasa berbeda di Desa Kepuh. Ratusan warga, pelaku UMKM, serta tamu undangan berkumpul di lokasi acara. Panggung utama yang dihias meriah dengan ornamen tradisional menjadi pusat perhatian.
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Seluruh hadirin berdiri dengan penuh rasa nasionalisme, menciptakan momen yang membangkitkan semangat kebersamaan.

Setelah doa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Kepuh, Winarto. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa bazar ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi momentum penting untuk memajukan perekonomian desa melalui peran UMKM.
> “Kami ingin menjadikan bazar ini sebagai etalase UMKM Desa Kepuh. Produk lokal harus mendapat tempat, dikenal, dan dibeli masyarakat. Dengan adanya bazar, kami berharap ada perputaran ekonomi, ada peluang usaha baru, sekaligus semangat gotong royong untuk memajukan desa,” tegas Winarto.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Panitia Bazar UMKM, Agus. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, mulai dari pemerintah desa, para pelaku UMKM, hingga masyarakat yang hadir dengan antusias.
> “Kami dari panitia bekerja keras menyiapkan acara ini agar bisa berjalan lancar dan meriah. Harapan kami, bazar ini menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan semangat wirausaha sekaligus mempererat kebersamaan warga Desa Kepuh. Tanpa dukungan masyarakat, kegiatan ini tidak mungkin terlaksana,” ujar Agus.
Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah kecamatan, Camat Boyolangu atau yang mewakili turut memberikan sambutan. Dalam arahannya, ia mengapresiasi langkah Desa Kepuh yang mampu menggerakkan warganya melalui kegiatan positif yang bermanfaat bagi ekonomi lokal.
> “Kami dari pihak kecamatan sangat mengapresiasi kegiatan Bazar UMKM Desa Kepuh ini. Inisiatif seperti ini selaras dengan program pemerintah dalam mendorong kemandirian desa serta memperkuat ekonomi kerakyatan. Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Boyolangu,” ucapnya.
Acara pembukaan semakin lengkap dengan hadirnya Ketua BPD Desa Kepuh, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kepuh. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menambah semangat dan menunjukkan dukungan penuh bagi kegiatan masyarakat ini.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah penampilan siswa TK Satu Atap Desa Kepuh. Dengan penuh semangat, anak-anak tampil menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan di panggung utama. Suara mereka yang polos dan lantang menggema, mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua dan pengunjung.
Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi simbol pendidikan karakter sejak usia dini—menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus menambah keceriaan dalam suasana bazar.
Hiburan Rakyat Tiga Hari Berturut-turut
Panitia menyiapkan rangkaian hiburan berbeda setiap harinya:
Hari Pertama, Jumat (12 September): Panggung Campursari Baladewa, menghadirkan bintang tamu spesial Jo Klitik dan Jo Klutuk.
Hari Kedua, Sabtu (13 September): Pentas Seni dari warga, pelajar, dan komunitas kreatif Desa Kepuh. Mulai dari tari tradisional, musik, hingga teater rakyat.
Hari Ketiga, Minggu (14 September): Malam puncak ditutup dengan Pertunjukan Jaranan, kesenian khas Tulungagung yang selalu menyedot perhatian penonton.
Selain panggung hiburan, puluhan stan UMKM hadir memamerkan produk unggulan desa. Berbagai kuliner tradisional, jajanan modern, kerajinan tangan, hingga produk kreatif rumah tangga ditawarkan dengan harga terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas.
Ramainya pengunjung dari Desa Kepuh dan desa-desa sekitar membuat bazar ini benar-benar seperti pesta rakyat. Anak-anak riang menikmati hiburan, remaja berfoto di area bazar, sementara orang tua berbelanja sambil bersilaturahmi.
Winarto menegaskan, bazar UMKM Desa Kepuh adalah wujud nyata kebangkitan ekonomi kerakyatan. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus digelar setiap tahun.
> “Bazar ini harus berkelanjutan. Kalau UMKM kuat, desa juga kuat. Itu cita-cita kami,” pungkasnya.
Dengan kombinasi pameran UMKM, hiburan seni budaya, penampilan siswa TK Satu Atap, sambutan Ketua Panitia Agus, sambutan Camat Boyolangu atau yang mewakili, serta dukungan penuh Ketua BPD, aparat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Bazar UMKM Desa Kepuh menjadi perhelatan yang menyatukan ekonomi, pendidikan, budaya, dan kebersamaan warga.(Ft)









