Viral Unggahan Cak Sholeh: Kepsek SMKN 1 Ponorogo Dicopot Imbas Dugaan Pungli, Sorotan Publik Meluas hingga Sekolah-Sekolah di Tulungagung”
“
Tulungagung,-Polemik pendidikan kembali mencuat setelah unggahan video Cak Sholeh viral di media sosial. Dalam video tersebut, aktivis sosial pendidikan itu membeberkan bahwa kepala sekolah SMKN 1 Ponorogo resmi dicopot dari jabatannya usai mencuat dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Informasi dalam video itu menjadi pembicaraan hangat publik dan memicu diskusi yang meluas, terlebih karena Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bergerak cepat mengambil tindakan tegas.
Cak Sholeh dalam videonya menegaskan bahwa pencopotan itu adalah bukti bahwa pemerintah sebenarnya bisa bertindak jika mau. Ia mengulas kembali bagaimana selama ini ia menangani berbagai laporan pungli yang dikirimkan masyarakat dari Surabaya, Lamongan, Kediri, hingga Ponorogo. Ia juga menyinggung kasus yang pernah ramai di MAN 3 Kediri dan MTsN 9, yang usai viral akhirnya memunculkan koreksi kebijakan serta penghapusan sejumlah pungutan bermasalah.
Dari video viral itu pula, perhatian publik Tulungagung ikut terseret. Cak Sholeh menyebut bahwa persoalan pungutan tidak hanya terjadi di Ponorogo, tetapi juga di berbagai daerah lain, termasuk Tulungagung. Ia menyinggung bagaimana kasus bullying di SMAN 1 Pakel sempat menimbulkan keresahan orang tua, dan bagaimana dugaan pungli di SMAN 1 Kauman pernah ramai dibicarakan di media sosial. Keduanya menunjukkan bahwa keresahan wali murid di Tulungagung masih nyata dan belum sepenuhnya terjawab dengan tegas.
Dalam video tersebut, Cak Sholeh kembali menjelaskan pola pungutan bermasalah yang sering ia temukan: dibungkus istilah infak, sumbangan sukarela, atau kesepakatan komite, namun terasa seperti kewajiban. Ia menyampaikan bahwa sekolah negeri seharusnya gratis, dan pungutan apa pun yang tidak benar-benar sukarela masuk kategori pelanggaran.
Salah satu poin terkuat dalam video viral itu adalah keluhan Cak Sholeh soal ketakutan wali murid untuk bersuara. Banyak dari mereka ingin melapor tetapi takut anaknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan di sekolah. Ia menegaskan ulang komitmennya untuk melindungi identitas pelapor secara penuh nama bisa disamarkan, wajah bisa ditutup, dan identitas anak tidak akan pernah dibuka.
Cak Sholeh bahkan mengajak masyarakat untuk tidak takut. “Kalau kalian takut, datang ke saya. Kita angkat sama-sama. Karena di Indonesia, kalau tidak viral, sering kali tidak ada keadilan,” ujarnya dalam video tersebut, kamis(4/12/2025).
Muncul pertanyaan besar dari publik Tulungagung pasca video itu viral:
Apakah sekolah-sekolah negeri di Tulungagung benar-benar bersih dari pungli, atau hanya belum terbongkar saja?
Keluhan wali murid di Tulungagung terkait pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya masih banyak terdengar mulai dari infak, kegiatan, hingga seragam dan administrasi. Meski beberapa isu pernah mencuat, seperti kasus Kauman dan Pakel, penanganan sering kali dirasa tidak setegas langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan Jatim terhadap SMKN 1 Ponorogo.
Pencopotan kepsek Ponorogo yang diungkap dalam video Cak Sholeh menjadi bukti bahwa tindakan berani bisa dilakukan bila ada kemauan kuat.
Kini masyarakat Tulungagung bertanya,“Jika Ponorogo bisa mengambil langkah tegas, kapan Tulungagung menyusul?(Ft)










