Kades Plosokandang Klarifikasi Video Viral, Akui Emosi Anak Picu Ketegangan dengan Warga
Tulungagung,-Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara warga dan pihak terkait persoalan tanah mendadak viral di media sosial pada Senin,(22/12/2025),Dalam video tersebut terdengar luapan emosi seorang warga yang mengaku telah berulang kali meminta kejelasan melalui komunikasi yang baik, namun tidak mendapatkan respons selama berbulan-bulan.
Dalam narasi video, warga menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menyalahkan pihak lain atau memperkeruh suasana, melainkan semata-mata meminta kepastian. Warga menyebut komunikasi telah dilakukan melalui kepala desa sejak lama, namun tidak kunjung membuahkan hasil. Kekecewaan tersebut memuncak hingga muncul pernyataan akan menempuh langkah lain, dengan alasan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang seharusnya menjunjung kepastian dan keadilan.
Situasi dalam video semakin memanas ketika terjadi komunikasi yang dinilai bernada tinggi dan memicu emosi.
Warga menilai seharusnya persoalan diselesaikan dengan kepala dingin, saling memahami, serta mengedepankan sikap sabar dan tanggung jawab. Luapan emosi itu terekam jelas dalam video, disertai ungkapan spontan bernuansa religius, hingga warga menegaskan bahwa kesabaran mereka telah berada di titik paling mentok, meski selama ini berupaya menjaga hubungan baik.
Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Desa Plosokandang kecamatan Kedungwaru, Agus Jendral, memberikan klarifikasi pada Selasa,(23/12/2025),Ia menjelaskan bahwa saat peristiwa dalam video berlangsung, dirinya tidak berada di rumah. Informasi terkait video viral itu baru ia ketahui setelah menerima kabar dari sejumlah pihak.
Agus juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang datang saat kejadian bukan warga Desa Plosokandang, melainkan berkaitan dengan tanah yang secara administratif berada di wilayah Desa Tanjungsari. Ia menekankan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar urusan balik nama surat tanah, melainkan terdapat sejumlah tahapan dan proses administrasi yang wajib dilalui sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat kejadian berlangsung, yang berada di rumah hanyalah anaknya. Agus mengakui anaknya masih tergolong berdarah muda, sehingga ketika muncul kalimat-kalimat yang dianggap sensitif dan memicu emosi, situasi pun tidak terkendali. Hal tersebut menyebabkan terucapnya pernyataan-pernyataan yang dinilai kurang pantas dan akhirnya terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
“Atas kejadian tersebut, kami selaku orang tua menyampaikan permohonan maaf. Ini merupakan kesalahan dan kealpaan saya,” ujar Agus.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niatan dari dirinya maupun anaknya untuk menghindari tanggung jawab. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dilanjutkan ke arah konflik. Pada malam setelah video viral, seluruh pihak terkait telah berkumpul untuk melakukan koordinasi dan musyawarah dengan kepala dingin.
Dalam pertemuan tersebut, setiap persoalan diurai satu per satu hingga ditemukan kesepakatan bersama.
“Alhamdulillah, tadi malam sudah clear, sudah deal. Semua pihak masih saling percaya,” ungkapnya.
Terkait video yang telah terlanjur tersebar di media sosial, Agus menyatakan hal tersebut diterima sebagai konsekuensi dari kejadian yang sudah terjadi. Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh hingga seluruh proses surat tanah tersebut benar-benar selesai.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan serta mengapresiasi kritik dan masukan dari masyarakat.
“Bukan kami meminta untuk dikasihani, tetapi kami mengakui ini kesalahan saya. Prinsip saya, kesalahan yang sama tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Saya akan konsekuen dan bertanggung jawab sampai tuntas,” tegasnya.(Ft)









