Jalan Doroampel Baru Sebulan Rusak, PUPR Desak Rekanan Bertanggung Jawab

TULUNGAGUNG,-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung akhirnya memberikan tanggapan terkait keluhan warga atas kondisi jalan di wilayah utara Balai Desa Doroampel yang disebut mengalami kerusakan meski baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan lalu.
Keluhan masyarakat sebelumnya ramai di media sosial. Warga mempertanyakan kualitas proyek jalan karena permukaan aspal disebut mulai mengelupas dan rusak dalam waktu singkat setelah pengerjaan selesai.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Beny Arieasandi, ST, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), proyek tersebut memang telah selesai dikerjakan sebelum dirinya menjabat. Namun, termin pembayaran kepada pihak rekanan disebut masih belum dibayarkan sepenuhnya.
“Informasi dari PPK sebelum saya menjabat, pekerjaan tersebut memang sudah selesai. Tapi termin pembayaran masih belum dibayarkan. Maka dari itu pihak rekanan sudah dihubungi supaya memperbaiki kerusakan tersebut,” ujar Beny Arieasandi, ST, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan pelaksana proyek, yakni CV. Mitra Razulka Sakti. Menurutnya, pemerintah daerah juga masih belum melakukan pembayaran proyek secara penuh sehingga pihak rekanan diminta segera melakukan perbaikan.
“Memang sudah menjadi tanggung jawab rekanan, dan kita juga masih belum membayar 100 persen. Rekanan sudah diberitahu dan segera diminta memperbaiki,” tambahnya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pihak pelaksana proyek segera bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat. Perbaikan diminta dilakukan sebelum proses pembayaran proyek diselesaikan sepenuhnya.

BACA JUGA:  Maulid Nabi dan Milad Pondok Pesantren Al-Fatih, Kasat Binmas Polres Sanggau Ajak Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah

Sebelumnya, salah satu warga bernama Wahyu mengaku kecewa karena proses pengajuan perbaikan jalan telah berlangsung cukup lama sejak 2022, audit lapangan dilakukan pada 2024, namun hasil pekerjaan yang direalisasikan pada 2026 justru cepat mengalami kerusakan.
“Baru sekitar satu bulan alat berat dibawa pulang, jalan sudah rusak lagi,” tulisnya dalam komentar media sosial.

Warga berharap perbaikan nantinya dilakukan secara maksimal dan tidak sekadar tambal sulam agar kualitas jalan benar-benar bertahan lama. Selain itu, masyarakat juga meminta pengawasan proyek infrastruktur diperketat sehingga penggunaan anggaran negara dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan sesuai harapan masyarakat.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai