Camat Besuki Tegaskan Gerakan Pangan Murah Jadi Benteng Pengendali Inflasi Jelang Idul Adha

TULUNGAGUNG,-Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Kecamatan Besuki menggelar Gerakan Pangan Murah selama Kamis–Jumat, 21–22 Mei 2026, di halaman Kantor Kecamatan Besuki. Kegiatan yang didukung Perum Bulog tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar. Komoditas yang tersedia antara lain beras SPHP Rp57 ribu per 5 kilogram, telur Rp24 ribu per kilogram,dan minyak Sunco Rp46 ribu per 2 liter, serta gula pasir Rp17 ribu per kilogram dan Rp 85 ribu per 5 kilogram.

Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan tersebut juga menghadirkan produk olahan pangan dan UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil di wilayah Tulungagung.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari. Warga memadati area bazar untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah kondisi harga pangan yang masih fluktuatif menjelang hari besar keagamaan.

Camat Besuki, ANDIK ANDEWIYANTO, S.E., M.M., menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menjaga kestabilan ekonomi dan membantu warga memenuhi kebutuhan pokok.
“Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk kepedulian nyata pemerintah kepada masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terjangkau dan stabilitas ekonomi warga tetap terjaga. Pemerintah harus hadir secara langsung ketika daya beli masyarakat mulai tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok,” tegas Andik.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang Idul Adha.

BACA JUGA:  Bukan Proyek APBD, Tapi Kenapa Tertutup? Uji Petik Hotmix Pemkab Tulungagung Dipertanyakan”

Pada Jumat (22/5/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Besuki dan Ketua Tim Penggerak PKK desa se-Kecamatan Besuki yang diikuti masyarakat dengan penuh semangat dan antusias.
“Hari ini kegiatan Gerakan Pangan Murah kami rangkai dengan senam bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Besuki serta Ketua Tim Penggerak PKK desa se-Kecamatan Besuki. Kegiatan ini bukan hanya untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antarwilayah, tetapi juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat di tengah aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Ia menilai Gerakan Pangan Murah tidak hanya berfokus pada pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, kebersamaan, dan ketahanan ekonomi keluarga.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah harus hadir tidak hanya membantu kebutuhan pangan warga, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, kuat, dan produktif,” tambahnya.

Menurut ANDIK ANDEWIYANTO, Gerakan Pangan Murah juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, Bulog, distributor pangan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah.

Kehadiran produk-produk UMKM lokal dalam kegiatan tersebut dinilai mampu membuka ruang promosi yang efektif bagi pelaku usaha kecil agar semakin berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Mengusung semangat “Pangan Kuat, Masa Depan Hebat,” Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pro rakyat guna menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Mungkin Anda juga menyukai