Labuh Masal Desa Dukuh, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Petani Pilar Utama Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Bangsa

Tulungagung,-Suasana penuh syukur, kebersamaan, dan semangat gotong royong mewarnai pelaksanaan Tasyakuran Labuh Masal Kelompok Tani Angker yang digelar di Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Minggu (1/6/2026). Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat agraris tersebut dipusatkan di Gubuk Pertemuan Poktan Dukuh dan dihadiri ratusan warga, petani, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Plt Bupati Tulungagung, didampingi Drs. Suyanto, M.M., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Muhamad Ardian Candra, S.STP., M.M., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, unsur Forkopimcam Gondang, Cuk Sindu Wiyoso, Kepala Desa Dukuh Kecamatan Gondang, para tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Angker.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu pilar utama perekonomian masyarakat Tulungagung.

Selain itu, kegiatan Labuh Masal juga dinilai sebagai bagian penting dari pelestarian budaya lokal yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat pedesaan.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Kelompok Tani Angker serta seluruh masyarakat Desa Dukuh atas terselenggaranya kegiatan Labuh Masal yang hingga saat ini masih terus dilestarikan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung tidak dapat dilepaskan dari peran para petani yang selama ini bekerja keras mengelola lahan dan menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, petani merupakan ujung tombak sekaligus garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.

BACA JUGA:  Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono Hadiri Peresmian 20 SPPG dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Keberhasilan program-program pertanian di Kabupaten Tulungagung tentunya tidak terlepas dari kerja keras para petani sebagai pelaku utama kegiatan usaha tani. Petani adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” tegas Ahmad Baharudin.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada para petani melalui berbagai program pembangunan pertanian, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga berbagai upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kerja keras petani semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan pertanian.

Sinergi antara petani dan pemerintah merupakan kunci penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Labuh Masal bukan hanya sebuah perayaan panen raya atau kegiatan seremonial tahunan. Tradisi tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam karena merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh setelah melalui proses panjang dan penuh perjuangan selama satu musim tanam.

Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan cuaca, ketersediaan air, hingga dinamika harga komoditas, para petani tetap mampu menunjukkan semangat kerja keras dan ketangguhan dalam menjaga produksi pangan. Oleh karena itu, momentum Labuh Masal menjadi pengingat penting akan besarnya kontribusi petani bagi kehidupan masyarakat.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur, tradisi Labuh Masal juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarmasyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, saling membantu, serta solidaritas sosial yang terkandung dalam tradisi tersebut dinilai sangat relevan untuk terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Sulsel Bagi-Bagi Helm kepada Masyarakat pada Operasi Zebra Pallawa 2023

Tradisi seperti ini harus terus dijaga. Karena di dalamnya ada semangat kolektif untuk saling membantu. Nilai-nilai itu yang memperkuat pembangunan sektor pertanian sekaligus mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Plt Bupati menambahkan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi semata, tetapi juga harus mampu menjaga keberlanjutan lingkungan, memperkuat kelembagaan petani, serta melestarikan budaya dan tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat.

Menurutnya, tradisi seperti Labuh Masal merupakan aset budaya yang sangat berharga karena menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, tradisi tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Sementara itu,Drs. Suyanto, M.M. selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Dinas Pertanian terus berupaya melakukan pendampingan kepada petani melalui berbagai program peningkatan produktivitas, pengembangan teknologi pertanian, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Di sisi lain, kehadiran Muhamad Ardian Candra, S.STP., M.M. selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Tradisi Labuh Masal dinilai memiliki nilai budaya yang tinggi dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Tulungagung yang patut dijaga serta dikenalkan kepada generasi mendatang.

Sebagai tuan rumah, Cuk Sindu Wiyoso, Kepala Desa Dukuh Kecamatan Gondang, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Plt Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat dan para petani untuk terus meningkatkan semangat dalam mengembangkan sektor pertanian.

BACA JUGA:  Respons Cepat Dinas Pendidikan, SDN 1 Babadan Jadi Prioritas Monitoring dan Perbaikan

Ia berharap tradisi Labuh Masal tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat, menjaga warisan budaya leluhur, serta mendorong kemajuan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar warga Desa Dukuh.

Melalui pelaksanaan Labuh Masal ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang telah diwariskan oleh para pendahulu dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, sektor pertanian diharapkan semakin maju, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Labuh Masal Desa Dukuh tidak hanya menjadi perayaan hasil panen, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa pertanian, budaya, dan kebersamaan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun Tulungagung yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai