Rumah Singgah Gratis “Griya Rahayu Wilujeng Jati” Resmi Dibuka, Ringankan Beban Keluarga Pasien RSUD dr. Iskak
Tulungagung,-Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu diwujudkan melalui langkah nyata. Gabungan komunitas penggiat sosial di Tulungagung dan luar daerah menghadirkan Rumah Singgah Barokah “Griya Rahayu Wilujeng Jati”, fasilitas hunian gratis bagi pasien maupun keluarga pasien dari luar daerah yang menjalani pengobatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Rumah singgah tersebut resmi dibuka pada Selasa (11/8/2026). Lokasinya berada di kawasan Perumahan Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, tepat di belakang RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Arif Witanto, perwakilan komunitas Senyum Tulungagung sekaligus salah satu koordinator gabungan komunitas sosial pemrakarsa rumah singgah, mengatakan fasilitas tersebut lahir dari kepedulian bersama terhadap masyarakat prasejahtera yang harus menanggung beban biaya selama menjalani pengobatan di Tulungagung.
Rumah singgah gratis ini bisa dimanfaatkan bagi pasien maupun keluarga pasien dari luar daerah Tulungagung yang sedang kontrol, periksa maupun inap,” kata Arif, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, keberadaan rumah singgah menjadi solusi bagi keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani rawat jalan, kontrol, pemeriksaan hingga observasi medis dalam jangka waktu tertentu.
Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, program tersebut juga diharapkan memangkas beban pengeluaran keluarga pasien yang selama ini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penginapan dan kebutuhan akomodasi selama berada di Tulungagung.
Inisiatif ini lahir dari gagasan sejumlah komunitas penggiat sosial di Tulungagung maupun luar Tulungagung yang peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Murni dari Donasi Masyarakat
Arif menegaskan, keberadaan Rumah Singgah Barokah tersebut tidak bertumpu pada anggaran pemerintah. Pendanaannya berasal dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, pendanaannya berasal dari donatur yang tidak mau kita sebutkan,” ungkapnya.
Kehadiran rumah singgah ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan sosial tidak selalu harus menunggu intervensi pemerintah. Gotong royong masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk memberikan bantuan langsung kepada kelompok yang membutuhkan.
Syarat Mudah, Prioritas Keluarga Kurang Mampu
Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, calon penghuni wajib menyiapkan sejumlah dokumen administrasi, yakni fotokopi KK, fotokopi KTP, fotokopi surat rujukan dan fotokopi BPJS.
Bagi pasien balita, persyaratan dilengkapi dengan fotokopi BPJS serta fotokopi KTP orang tua.
“Kalau bisa diutamakan BPJS kelas 3 atau KIS dari pemerintah,” ujar Arif.
Fasilitas tersebut diperuntukkan terutama bagi pasien maupun keluarga pasien dari luar daerah Tulungagung yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pemeriksaan, kontrol, rawat jalan maupun perawatan di RSUD dr. Iskak.
Arif berharap rumah singgah tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi mampu bertahan dan terus berkembang sehingga semakin banyak keluarga pasien kurang mampu yang terbantu.
Semoga dengan dibukanya Rumah Singgah Barokah ‘Griya Rahayu Wilujeng Jati’ bisa membawa berkah dan bermanfaat dalam membantu meringankan beban pasien maupun keluarganya yang berobat dan inap di RSUD dr. Iskak Tulungagung,” pungkasnya.









