Plt Bupati Ahmad Baharudin: Kader HMI Harus Menjadi Intelektual yang Mencerdaskan Publik
TULUNGAGUNG,-Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menegaskan pentingnya peran kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai generasi intelektual yang mampu memberikan manfaat dan mencerdaskan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Training Raya Latihan Kader II (LK II), Latihan Khusus Kader (LKK), dan Senior Course (SC) HMI Cabang Tulungagung di UPT BLK Tulungagung, Senin (28/9/2026).

Ahmad Baharudin memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kaderisasi tersebut. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan kader memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, berintegritas, sekaligus mempersiapkan generasi penerus dan calon pemimpin masa depan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung sekaligus atas nama pribadi, saya menyambut baik serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara pada pagi hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Seorang pemimpin harus ditempa melalui pendidikan, pengalaman, pembinaan, serta penguatan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, Ahmad Baharudin meminta para peserta memanfaatkan Training Raya LK II, LKK, dan SC sebagai ruang untuk memperluas wawasan, mengasah daya pikir kritis, membangun karakter, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
Sebagai pemuda, generasi penerus estafet kepemimpinan negara dan daerah nantinya, tentunya harus bisa memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan pelatihan kepemimpinan ini,” katanya.
Menurutnya, kaderisasi HMI tidak sekadar menjadi proses internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan intelektual muda yang mampu membaca persoalan, memahami perkembangan zaman, dan merumuskan gagasan strategis yang konstruktif bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Ahmad Baharudin memberikan penekanan khusus mengenai etika kader dalam menggunakan ruang publik.
Jangan menjadi provokator publik, akan tetapi jadilah manusia yang senantiasa mencerdaskan publik. Tebarkan manfaat untuk daerah serta masyarakat kapan dan di manapun kita berada,” tegasnya.
Ia mendorong kader HMI untuk menjadikan kemampuan intelektual sebagai kekuatan dalam membangun masyarakat. Gagasan dan kritik, menurutnya, harus disampaikan dengan tetap mengedepankan kultur akademik, nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, serta budaya.
Sebagai organisasi tempat berhimpunnya kaum intelektual muda, kami berharap kader-kader HMI dapat menjadi garda terdepan dalam menyongsong pembangunan Kabupaten Tulungagung yang bermarwah, maju dan sejahtera,” tegasnya.
Ahmad Baharudin juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan kaderisasi dengan sungguh-sungguh. Forum tersebut harus mampu menjadi sarana membina, membimbing, melatih, dan mengarahkan kader agar memiliki pengetahuan, pengalaman, integritas, serta kepribadian kepemimpinan.
Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pada gilirannya saudara-saudara akan siap menjadi calon pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki jiwa kenegarawanan yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam yang diwujudnyatakan dalam sikap, perilaku dan tindakan yang terpuji selaku calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.
Training Raya LK II, LKK, dan SC HMI Cabang Tulungagung menjadi momentum penguatan kapasitas kader sekaligus pembentukan generasi muda yang intelektual, berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadirkan gagasan serta kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Dr. H. Ali Mufthi atau yang mewakili, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Bakesbangpol, Kepala Dispora atau yang mewakili, Ketua HMI Badko Jawa Timur, Ketua beserta jajaran pengurus HMI Cabang Tulungagung, alumni HMI, panitia, peserta, serta tamu undangan.(Ft)









