TP-PKK dan Dinas Perikanan Tulungagung Perkuat Gemarikan, Tingkatkan Konsumsi Ikan untuk Pemenuhan Gizi dan Pencegahan Stunting

TULUNGAGUNG,-Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung terus memperkuat upaya peningkatan konsumsi ikan masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Tulungagung Tahun 2026, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan penurunan stunting.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 340 peserta yang terdiri atas unsur TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ketua TP-PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Tulungagung, pengurus Forikan, serta unsur terkait lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung sekaligus Plt. Ketua Forikan Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Wahyuni Ahmad Baharudin, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, M.M., unsur Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur atau yang mewakili, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, jajaran pengurus TP-PKK dan Forikan, serta para undangan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, M.M., menyampaikan bahwa Kabupaten Tulungagung memiliki potensi sektor perikanan yang cukup besar, baik dari sektor perikanan budidaya, perikanan tangkap maupun pengolahan hasil perikanan.

Potensi tersebut menjadikan sektor perikanan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi, mendukung perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya gizi dan bermanfaat bagi pertumbuhan, kecerdasan, serta kesehatan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh pihak untuk membudayakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Suyanto menjelaskan, pelaksanaan Sosialisasi Forikan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 memiliki landasan yang jelas, yakni Keputusan Bupati Tulungagung Nomor 188.45-76-013-2022 tentang Pembentukan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Kabupaten Tulungagung, Program Kerja Forikan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026, serta anggaran Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tulungagung.

BACA JUGA:  Plt Kadisdik Tegaskan Independensi Pansel, Mantan Plt Kadisdik Tekankan Seleksi Dewan Pendidikan Tulungagung Belum Final dan Berbasis Komitmen

Adapun tujuan kegiatan tersebut meliputi peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,memperkuat sinergi Forikan, TP-PKK, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Gemarikan, mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat; serta memperkenalkan produk olahan perikanan lokal yang bergizi, inovatif, dan bernilai tambah.

Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Suyanto, M.M. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap partisipasi dan dukungan seluruh peserta menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menyukseskan gerakan peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Tulungagung.

Dalam arahannya, Ny. Yuyun menegaskan bahwa Forikan bukan sekadar organisasi maupun forum yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan kampanye makan ikan secara formalitas. Lebih dari itu, Forikan merupakan wadah gerakan bersama yang melibatkan seluruh sektor untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Menurutnya, ikan merupakan sumber pangan bergizi dengan kandungan protein berkualitas serta berbagai zat gizi penting yang mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, dan kesehatan tubuh, khususnya bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Tulungagung memiliki potensi sektor perikanan yang besar, mulai dari perikanan budidaya, perikanan tangkap hingga industri pengolahan hasil perikanan. Potensi tersebut tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat konsumsi ikan masyarakat.

Berdasarkan data tahun 2025, konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Tulungagung baru mencapai 19,29 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 22,15 kilogram per kapita per tahun.

BACA JUGA:  Bupati Gatut Sunu dan DPR RI Bergerak Cepat Tindak Lanjut Dugaan Keracunan Siswa SMPN 1 Boyolangu

Kondisi tersebut menjadi perhatian sekaligus tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Upaya pembangunan sektor perikanan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi dan mengembangkan produk olahan. Kita juga harus membangun kesadaran masyarakat agar ikan semakin diminati dan menjadi bagian dari menu sehari-hari keluarga di Tulungagung,” tegas Yuyun.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) harus benar-benar didekatkan dengan kehidupan masyarakat, dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, pola makan, pemenuhan gizi, serta pengetahuan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi seimbang.

Ikan dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang baik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak. Karena itu, membiasakan konsumsi ikan sejak dini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tulungagung.

Dalam kesempatan tersebut, Yuyun secara khusus mengajak seluruh jajaran Tim Penggerak PKK, mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak Gemarikan di wilayah masing-masing.

Ia berharap jaringan dan peran strategis PKK dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya konsumsi ikan, sekaligus mengenalkan berbagai jenis olahan ikan yang bergizi, lezat, dan terjangkau.

Saya berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi di tingkat kabupaten saja, tetapi dapat diteruskan hingga tingkat kecamatan dan desa. Mari kita manfaatkan peran dan jaringan PKK untuk membiasakan keluarga mengonsumsi ikan melalui edukasi dan pengenalan berbagai olahan ikan yang bergizi, lezat, dan terjangkau,” pesannya.

BACA JUGA:  Persetujuan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 Jadi Perda

Yuyun juga menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan konsumsi ikan membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik Forikan, TP-PKK, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa maupun seluruh elemen masyarakat.

Dari kabupaten kita gerakkan kecamatan, dari kecamatan kita kuatkan desa, dan dari desa kita mulai perubahan di setiap keluarga,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui gerakan nyata dan berkelanjutan hingga tingkat keluarga.

Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan bukan hanya berkaitan dengan pemanfaatan potensi hasil perikanan daerah, melainkan juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Melalui penguatan Forikan dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung bersama TP-PKK dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perikanan daerah, meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, memperkuat pemenuhan gizi keluarga, serta mendukung percepatan penurunan stunting.

Sinergi yang berkelanjutan menjadi kunci agar Gemarikan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi tumbuh sebagai budaya konsumsi keluarga demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Tulungagung yang sehat, cerdas, dan sejahtera.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai