Alun-Alun Tulungagung Penuh Sampah Usai Bazar Djadoel, Warga Geram: “Kayak TPS Dadakan!”
Tulungagung,-Alun-Alun Tulungagung kembali menjadi sorotan lantaran kondisi kumuh usai gelaran Bazar Djadoel. Warga mengeluhkan tumpukan sampah berserakan di mana-mana, dari plastik makanan, sisa minuman, kardus, hingga limbah pedagang yang ditinggalkan begitu saja.

Tak hanya kotor, bau menyengat dari sampah dan makanan basi membuat pengunjung tidak nyaman. Beberapa titik bahkan menjadi sarang lalat. “Ini bukan sekadar kotor. Jalan setapak, taman, dan area duduk bau menyengat. Kayak bukan alun-alun, tapi TPS dadakan!” kritik salah satu warga di media sosial.
Warga mempertanyakan lambannya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung dalam menangani kondisi kumuh ini. Banyak yang menilai DLH seperti “tutup mata” karena sampah menumpuk berjam-jam bahkan berhari-hari setelah acara usai.
Seharusnya penggunaan alun-alun untuk event besar diikuti standar kebersihan ketat, pengelolaan sampah terkoordinasi, dan penertiban pedagang. Tapi faktanya ruang publik jadi kawasan kumuh,” tegas warga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Yudha Yanuar Hadi, Senin(1/12/2025),mengakui kondisi alun-alun sempat kotor karena kendala teknis dan pembongkaran stan yang tidak serentak. Namun, warga menilai alasan itu tidak cukup: “Kendalanya itu harusnya diantisipasi, bukan jadi alasan alun-alun bau dan kotor!” ujar salah satu pengunjung.
Bau menyengat berasal dari limbah makanan dan minuman yang dibuang ke selokan, bukan ke tempat sampah yang disediakan. “Ini bukti kurangnya kedisiplinan pedagang dan lemahnya pengawasan DLH,” kritik warga lainnya.
DLH menyebut telah menyiapkan tim kebersihan rutin dan sosialisasi kepada pedagang. Namun, antrean di TPA dan koordinasi yang buruk membuat pengangkutan sampah terhambat. Warga menilai ini adalah kegagalan koordinasi serius dan menuntut pertanggungjawaban pihak terkait.
DLH memohon maaf dan berjanji akan membersihkan alun-alun secara menyeluruh. Namun, warga tetap skeptis dan menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi serius agar alun-alun tidak kembali kumuh usai event berikutnya.(Ft)









