Warga Ngebong Resah, Dugaan Intimidasi Kades Mencuat; DPMD Akan Lakukan Klarifikasi Lapangan
TULUNGAGUNG,-Polemik di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, terus menjadi perhatian publik menyusul beredarnya rekaman percakapan bernada emosi serta unggahan media sosial yang memuat dugaan sikap arogan dan intimidatif Kepala Desa Ngebong terhadap warga, khususnya terkait penggunaan traktor pertanian.

Rekaman yang beredar luas tersebut menggunakan campuran bahasa Jawa dan Indonesia dengan intonasi tinggi. Percakapan itu diduga dipicu persoalan penggunaan mesin atau traktor di wilayah desa, yang kemudian berkembang menjadi ketegangan antara warga dan pihak yang disebut sebagai “lurah”. Isi percakapan tersebut dinilai sebagian warga mengandung tekanan verbal dan memicu keresahan sosial.
Seiring dengan beredarnya rekaman tersebut, unggahan di media sosial juga menyebut adanya dugaan pemaksaan kepada warga agar menggunakan traktor milik pribadi kepala desa. Tuduhan ini menuai reaksi warganet dan memperkuat kekhawatiran masyarakat akan adanya konflik kepentingan dalam pelayanan pemerintahan desa.
Sejumlah warga mengaku tidak nyaman apabila pelayanan desa dicampuradukkan dengan kepentingan pribadi pejabat. Mereka berharap pemerintah desa bersikap adil, netral, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Warga ingin dilayani dengan baik tanpa tekanan. Pemerintah desa seharusnya menjadi pengayom,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menanggapi isu yang berkembang, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, Hari Prastijo, yang akrab disapa Yoyok, menyatakan belum dapat memberikan tanggapan sebelum melakukan klarifikasi langsung ke lapangan.
“Aku belum bisa memberi tanggapan apa pun, besok coba tak klarifikasi ke sana,” ujar Yoyok, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, langkah klarifikasi lapangan diperlukan agar persoalan dapat dilihat secara utuh dan objektif, sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ngebong belum memberikan klarifikasi resmi terkait rekaman percakapan maupun tudingan intimidasi yang beredar. Warga berharap adanya tindak lanjut berupa mediasi dan pembinaan dari pihak terkait agar situasi tetap kondusif dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa dapat terjaga.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menunggu hasil klarifikasi resmi dari DPMD dan instansi terkait.(Ft)








