Plt Bupati Tulungagung dan Kepala Desa Gedangan Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya Lewat Wayang Kulit “Pari Kesit Dadi Ratu”
TULUNGAGUNG,-Suasana malam yang meriah, khidmat, dan sarat nilai budaya menyelimuti Balai Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, hadir langsung dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar dalam rangka tradisi Bersih Desa Gedangan.
Pagelaran budaya yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat ini menghadirkan dalang kondang asal Jawa Timur, Ki Minto Darsono, yang membawakan lakon berjudul “Pari Kesit Dadi Ratu”. Pertunjukan berlangsung dari malam hingga dini hari dan disambut antusias oleh ratusan warga Desa Gedangan dan wilayah sekitarnya yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya sebelum pagelaran dimulai, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Desa Gedangan yang terus menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. Ia menegaskan bahwa kegiatan Bersih Desa bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat.
“Tradisi Bersih Desa atau sedekah bumi merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan di masa mendatang. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam setiap rangkaian kegiatan Bersih Desa. Menurutnya, tradisi seperti ini mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Sementara itu, Kepala Desa Gedangan, Sugeng, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Plt Bupati Tulungagung beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa tradisi Bersih Desa merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kehadiran Bapak Plt Bupati di tengah-tengah masyarakat Desa Gedangan. Tradisi Bersih Desa ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi sudah menjadi warisan leluhur yang kami jaga secara turun-temurun. Harapan kami, kegiatan ini terus mendapat dukungan sehingga tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ungkap Sugeng.
Tradisi Bersih Desa Gedangan sendiri telah berlangsung secara turun-temurun. Selain pagelaran wayang kulit, rangkaian kegiatan biasanya meliputi doa bersama, kirab tumpeng, hingga berbagai kegiatan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Campurdarat, perangkat Desa Gedangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh warga. Kehadiran berbagai elemen tersebut semakin menambah semarak suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga menyempatkan diri menyapa warga dan menyaksikan secara langsung jalannya pagelaran selama beberapa jam, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal di Kabupaten Tulungagung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi Bersih Desa pun terus menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan budaya di tengah perkembangan zaman.(Ft)










