Bersih Desa Plandaan 2026 Berlangsung Khidmat, Diwarnai Khotmil Qur’an dan Tahlil Kubro

TULUNGAGUNG,-Pemerintah Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersama masyarakat menggelar kegiatan Bersih Desa Tahun 2026 dengan nuansa religius melalui Khotmil Qur’an dan Tahlil Kubro yang berlangsung di Balai Desa Plandaan, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tahunan tersebut menjadi salah satu tradisi masyarakat Desa Plandaan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan, sekaligus memohon keselamatan, ketenteraman, keberkahan, serta dijauhkan dari segala bala, wabah, dan bencana.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri Kepala Desa Plandaan Fauzi Surahmad beserta istri, perangkat desa, Ketua RT/RW, LMP, BPD, ibu-ibu PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ratusan warga Desa Plandaan yang memadati Balai Desa.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 12.00 WIB dengan Khotmil Qur’an Bin Nadhor yang diikuti jamaah khotmil Qur’an dari berbagai lingkungan di Desa Plandaan. Secara bergantian, para jamaah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an hingga menyelesaikan pembacaan 30 juz.

Suasana religius dan penuh kekhusyukan begitu terasa di lokasi kegiatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Balai Desa Plandaan hingga sore hari, sementara masyarakat yang hadir tampak mengikuti jalannya acara dengan tertib dan penuh khidmat.

Setelah khotmil Qur’an selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bacaan Tahlil Kubro yang dipimpin tokoh agama setempat. Seluruh jamaah bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk para leluhur serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi masyarakat Desa Plandaan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Plandaan Fauzi Surahmad mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi Bersih Desa sebagai warisan budaya yang memiliki nilai religius dan sosial yang kuat.
“Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apa pun,” ujar Fauzi Surahmad di hadapan masyarakat dan tamu undangan.

BACA JUGA:  Flag Off Mudik Gratis BUMN 2025: Kementerian BUMN Lepas Puluhan Ribu Peserta Mudik ke 200 Kota Tujuan

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jamaah khotmil Qur’an yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan sejak siang hingga selesai.
“Semoga apa yang telah dilakukan mendapatkan rahmat dan ridha dari Allah SWT,” ucapnya.

Menurut Fauzi Surahmad, kegiatan Bersih Desa bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa tradisi Bersih Desa memiliki tujuan mulia, yakni memohon kepada Allah SWT agar desa dijauhkan dari berbagai musibah dan masyarakat diberikan kehidupan yang aman, tenteram, serta penuh keberkahan.
“Kegiatan ini merupakan adat dan budaya masyarakat yang harus terus dijaga bersama. Mudah-mudahan Desa Plandaan dijauhkan dari segala bala, wabah, bencana, dan berbagai hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Fauzi Surahmad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Bersih Desa Tahun 2026.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Plandaan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi mendukung kegiatan ini. Semoga segala bantuan dan kebaikan yang diberikan dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Seluruh jamaah tampak khusyuk memanjatkan doa demi keselamatan, kemajuan, dan keberkahan Desa Plandaan.
Di akhir acara, digelar tradisi “Narik Kupat” yang dilakukan oleh Kepala Desa Plandaan Fauzi Surahmad bersama istri. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta harapan agar masyarakat Desa Plandaan senantiasa diberikan kemakmuran, kerukunan, dan keberkahan.

Usai prosesi tradisi tersebut, acara dilanjutkan dengan tumpengan bersama warga sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi serta budaya desa yang diwariskan secara turun-temurun.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai