Gubernur Khofifah Panen Hortikultura di SMKN 1 Tulungagung, Dorong Generasi Muda Siap Jadi Pelaku Usaha Pertanian
TULUNGAGUNG,-Semangat membangun ketahanan pangan nasional berpadu dengan penguatan pendidikan vokasi saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung di SMKN 1 Tulungagung.


Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melakukan panen hortikultura bersama para siswa, mulai dari melon unggulan, bayam merah hingga rosella yang merupakan hasil pengembangan program SIKAP di lingkungan sekolah.
Di hadapan para siswa dan guru, Khofifah memberikan motivasi agar generasi muda semakin percaya diri menekuni sektor pertanian modern dan hortikultura.
“Semoga semuanya sukses, amin. Jadi pelaku usaha bidang buah hortikultura, amin,” ujar Khofifah disambut antusias para siswa.
Ia menegaskan bahwa program SIKAP menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengenal dunia pertanian sejak dini sekaligus mempersiapkan masa depan mereka.
“Kita memberikan ruang kepada anak didik untuk memulai mengenali, memulai belajar, memulai menyiapkan masa depan dengan melakukan berbagai ikhtiar di sektor yang akan menguatkan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Jawa Timur menjadi dukungan besar bagi para siswa yang fokus di bidang pertanian. Kepala sekolah menyebut SMKN 1 Tulungagung merupakan salah satu SMK di Jawa Timur yang memiliki konsentrasi kuat pada sektor pertanian dan secara langsung mendukung program SIKAP yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kehadiran ibu di sekolah kami merupakan support system bagi anak-anak kami, anak-anak muda yang fokus di bidang pertanian. Alhamdulillah dari program SIKAP ini kami lebih siap karena sudah mengenal langsung ke lapangan, mempelajari dan memahami teknik-teknik penanaman,” ujarnya.
Para siswa juga mengaku senang mengikuti pembelajaran praktik pertanian melalui program tersebut. Selain memberikan pengalaman langsung di lapangan, kegiatan itu dinilai membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
“Nggak ada susahnya, lebih enjoy, lebih senang karena memang program pembelajaran langsung,” ungkap salah satu siswa.
Kegiatan panen bersama ini menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan program ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang siap menjadi pelaku usaha hortikultura di masa depan.(Ft)










