Plt Bupati Tulungagung Dukung Program Magang Internasional, Gubernur Jawa Timur Dorong 898 Lulusan SMK Tulungagung Tembus Pasar Kerja Global
TULUNGAGUNG,-Pemerintah Kabupaten Tulungagung memberikan dukungan penuh terhadap program magang internasional dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas kesempatan kerja global sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk peningkatan kompetensi generasi muda daerah.
Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, lulusan SMK dituntut tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki kemampuan dan mentalitas yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Tulungagung. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang peningkatan kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalisme generasi muda kita,” tegas Ahmad Baharudin, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, pengalaman kerja di luar negeri akan menjadi modal penting bagi para peserta untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi keterampilan teknis maupun wawasan budaya kerja global.
“Anak-anak muda Tulungagung harus berani mengambil peluang. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar disiplin kerja, teknologi, serta budaya kerja internasional. Ini adalah investasi masa depan,” lanjutnya.
Pada tahun 2026, sebanyak 898 siswa dan lulusan SMK asal Kabupaten Tulungagung dipastikan mengikuti program magang internasional dan penempatan kerja luar negeri. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 4.920 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang diberangkatkan tahun ini.
Program ini mencakup dua skema utama, yakni magang internasional bagi siswa SMK aktif, serta penempatan kerja sebagai PMI profesional bagi lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa dari total peserta, sebanyak 3.186 orang mengikuti program magang internasional, sementara 1.734 lainnya terserap dalam skema kerja sebagai PMI resmi.
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
“Khusus Tulungagung, terdapat 898 peserta dari berbagai SMK yang ikut serta dalam program ini. Sebagian di antaranya bahkan melanjutkan karier secara profesional sebagai PMI yang terdaftar resmi,” jelasnya.
Lebih lanjut, program magang internasional ini juga diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat daerah. Selain membuka peluang kerja, program ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan keluarga peserta serta menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Jawa Timur, termasuk Tulungagung.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai bahwa penguatan link and match antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri global menjadi kunci utama dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai dan berdaya saing tinggi.
Dengan adanya program ini, lulusan SMK tidak hanya diposisikan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai tenaga profesional yang mampu beradaptasi dengan standar kerja internasional.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa program ini akan terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari dunia pendidikan, lembaga pelatihan, hingga mitra industri luar negeri.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga menjadi sistem berkelanjutan dalam mencetak generasi muda Tulungagung yang unggul, mandiri, dan kompetitif di tingkat global.(Ft)










