Plt Bupati Resmikan Jalan Rabat Beton Karya Bhakti TNI di Wonorejo,pemdes Wonorejo Kawal Pembangunan untuk Perkuat Akses Warga
TULUNGAGUNG,-Komitmen memperkuat infrastruktur hingga ke pelosok wilayah kembali diwujudkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama jajaran TNI. Jalan Rabat Beton hasil kegiatan Karya Bhakti TNI Tahun 2026 di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, resmi diresmikan, Rabu (2/9/2026).
Peresmian tersebut menjadi penanda rampungnya pembangunan infrastruktur yang memiliki arti strategis bagi masyarakat Desa Wonorejo. Jalan bukan sekadar hamparan beton, tetapi menjadi jalur penting untuk memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas dan membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Peresmian dihadiri Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., Komandan Kodim 0807/Tulungagung beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Kodim 0807/Tulungagung beserta ketua ranting, kepala perangkat daerah, Satgas Karya Bhakti TNI, Forkopimcam Pagerwojo, para kepala desa se-Kecamatan Pagerwojo, tokoh masyarakat serta jajaran Pemerintah Desa Wonorejo.
Kepala Desa Wonorejo, Sakur, turut hadir dalam momentum peresmian tersebut. Pemerintah Desa Wonorejo menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan yang dikerjakan melalui sinergi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin memberikan apresiasi tegas kepada Kodim 0807/Tulungagung beserta seluruh jajaran TNI atas kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Menurutnya, karakteristik wilayah Tulungagung yang luas dengan kebutuhan pembangunan yang beragam menuntut pemerintah untuk bekerja secara kolaboratif. Pembangunan tidak boleh berhenti pada perencanaan, tetapi harus diwujudkan menjadi infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam upaya membangun infrastruktur dan memberikan pelayanan terbaik, Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh unsur, baik pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha, TNI maupun Polri,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menegaskan, Karya Bhakti TNI merupakan gambaran nyata kekuatan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Terlebih, pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Wonorejo yang semula ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari justru dapat diselesaikan lebih cepat.
Percepatan tersebut menunjukkan bahwa ketika koordinasi, gotong royong dan komitmen berjalan dalam satu arah, pembangunan dapat dilakukan secara lebih efektif dan memberikan hasil nyata.
Hal ini menunjukkan semangat dan sinergi yang luar biasa antara TNI, masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur dan konektivitas wilayah,” tegasnya.
Bagi masyarakat Wonorejo, keberadaan jalan tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan mobilitas dan memperlancar berbagai aktivitas sehari-hari. Akses yang semakin baik juga diharapkan memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat desa.
Ahmad Baharudin menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memiliki dampak yang jelas terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Peresmian Jalan Rabat Beton yang dilakukan hari ini merupakan momentum penting bagi masyarakat Tulungagung karena tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperlancar mobilitas, menggerakkan perekonomian, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemkab Tulungagung, lanjutnya, akan terus mendorong pembangunan infrastruktur secara bertahap, terukur dan berkelanjutan. Setiap program pembangunan akan diarahkan berdasarkan kebutuhan serta skala prioritas, sehingga keterbatasan sumber daya tidak menjadi alasan untuk menghentikan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
Sinergi dengan TNI pun tidak berhenti di Desa Wonorejo. Pada 2026, kerja sama Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan TNI juga diwujudkan melalui kegiatan Karya Bhakti di Kecamatan Pucanglaban.
Kita akan terus melakukan pembangunan secara bertahap dan terukur, dengan menetapkan skala prioritas,” imbuhnya.
Di balik peresmian, terdapat pekerjaan lain yang tidak kalah penting: menjaga hasil pembangunan.
Plt. Bupati meminta masyarakat dan pemerintah desa bersama-sama memastikan jalan tersebut digunakan secara bijak, tidak dibebani kendaraan yang melampaui kapasitas, serta dijaga kebersihan dan kondisinya.
Menurutnya, pembangunan yang telah menghabiskan tenaga dan sumber daya harus dipelihara agar manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga tetap dinikmati generasi mendatang.
Mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya, tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sehingga dapat memberikan manfaat bukan hanya untuk masyarakat saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang,” pesannya.
Kades Wonorejo Sakur bersama jajaran pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan manfaat infrastruktur tersebut. Jalan yang telah dibangun harus menjadi aset produktif desa, bukan sekadar proyek yang selesai setelah diresmikan.
Peresmian ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan infrastruktur di tingkat desa membutuhkan kesinambungan antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa dan masyarakat.
Menutup sambutannya, Plt. Bupati kembali menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0807/Tulungagung, Satgas Karya Bhakti TNI, Pemerintah Desa Wonorejo serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan pembangunan.
Ia berharap Jalan Rabat Beton Desa Wonorejo mampu menjadi penggerak konektivitas, memperlancar mobilitas, memperkuat aktivitas ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jalan telah dibangun. Tantangan berikutnya adalah memastikan jalan tersebut benar-benar menjadi jalan menuju kemajuan bagi masyarakat Wonorejo.(Ft)









