Bakesbangpol Tulungagung Pertegas Peran Sentral dalam Pencegahan Premanisme, Gandeng Masyarakat Lewat Sosialisasi Satgas 2025
TULUNGAGUNG,-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Melalui kegiatan Sosialisasi Satgas Premanisme Tahun 2025, Bakesbangpol menegaskan bahwa upaya pencegahan premanisme tidak dapat dilepaskan dari fungsi pembinaan, pemberdayaan, serta koordinasi yang menjadi inti tugas kelembagaannya.
Sosialisasi yang mengusung tema “Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Premanisme untuk Menciptakan Situasi yang Kondusif di Kabupaten Tulungagung” tersebut digelar Kamis (13/11/2025) di Auditorium Universitas Bhineka PGRI Tulungagung. Acara dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.E.
Pada tayangan pembukaan, panitia menampilkan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, sejalan dengan misi Bakesbangpol dalam memperkuat komunikasi sosial dan menyatukan persepsi masyarakat mengenai pentingnya ketertiban umum. Ruang kegiatan juga dihiasi atribut pemerintahan sebagai simbol legitimasi dan keseriusan lembaga dalam mengusung agenda pencegahan premanisme.
Bakesbangpol: Premanisme adalah Ancaman Sosial, Bukan Sekadar Pelanggaran Hukum
Dalam sambutannya, Agus Prijanto Utomo menegaskan bahwa premanisme merupakan ancaman yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Ia menilai, fenomena tersebut bukan hanya persoalan kriminalitas, tetapi juga indikator melemahnya kesadaran sosial dan daya tahan masyarakat.
Premanisme dapat merusak rasa aman, melemahkan aktivitas ekonomi, dan menurunkan kualitas keharmonisan sosial. Karena itu Bakesbangpol memandang bahwa penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan perangkat pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen publik,” ujar Agus, Jumat(14/11/2025).
Sebagai lembaga yang bertugas menjaga stabilitas politik dan ketertiban umum, Bakesbangpol menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis yang harus diberdayakan secara aktif.
Dalam kegiatan ini, Bakesbangpol secara khusus menekankan pentingnya:
peningkatan deteksi dini potensi gangguan keamanan,
penolakan terhadap segala bentuk intimidasi dan pungutan liar,
pembentukan ketahanan sosial di tingkat desa/kelurahan,
dan pelibatan tokoh masyarakat dalam edukasi hukum serta penyadaran publik.
Kehadiran narasumber dari Kodim 0807 Tulungagung juga menjadi bagian dari strategi Bakesbangpol untuk memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keamanan dan ketertiban wilayah.
Agus menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen nyata Bakesbangpol dalam memelihara iklim daerah yang damai, terkendali, dan mendukung keberlanjutan pembangunan.
Ini bukan sekadar acara seremonial. Bakesbangpol ingin membangun budaya sadar keamanan, di mana masyarakat menjadi subjek utama pencegahan premanisme,” tegasnya.
Acara kemudian dibuka secara resmi dengan pembacaan Basmallah, disusul penyampaian materi oleh narasumber. Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan tanya jawab seputar mekanisme kerja Satgas Premanisme dan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menutup kegiatan, Bakesbangpol mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dan berkomitmen menjaga Tulungagung tetap aman dan kondusif.
Kami berharap sosialisasi ini menjadi langkah konkret bagi masyarakat untuk berperan aktif. Tulungagung yang aman adalah hasil kerja bersama,” pungkas Agus.(Ft)









