HPN 2026 Jadi Momentum, Wabup Tulungagung Tekankan Peran Strategis Pers Sehat

TULUNGAGUNG,-Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan peran strategis pers di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Di tengah derasnya arus disrupsi digital, banjir informasi, serta maraknya hoaks dan disinformasi, pers dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga bertransformasi secara sehat, profesional, dan bermartabat.

Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, HPN 2026 menempatkan pers sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah. Pers tidak lagi diposisikan semata sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai mitra strategis pembangunan yang memiliki tanggung jawab sosial besar terhadap publik.

Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menegaskan bahwa keberadaan pers yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik merupakan kebutuhan mendasar bagi kemajuan daerah. Menurutnya, kualitas pers akan sangat menentukan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Pers bukan sekadar penyampai berita. Di era digital seperti sekarang, pers harus mampu menjadi pilar profesional yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang cerdas dan kritis, dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan bangsa,” ujar Ahmad Baharudin, Sabtu (7/2/2026).

Ia menilai tantangan dunia pers saat ini semakin kompleks. Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, dominasi media sosial, kecepatan arus berita, hingga tekanan ekonomi industri media menjadi ujian serius bagi insan pers. Namun di tengah tantangan tersebut, pers justru dituntut untuk semakin teguh menjaga akurasi, independensi, serta tanggung jawab sosial dalam setiap karya jurnalistik.

BACA JUGA:  Koordinasi Jasa Raharja Sulsel Bersama Tim Pembina Samsat Makassar l dengan Walikota Makassar 

Dalam konteks peringatan HPN 2026 di Kabupaten Tulungagung, Ahmad Baharudin menyoroti sejumlah poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah transformasi digital, di mana media lokal didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik dan kode etik profesi.

Transformasi tersebut, lanjutnya, tidak sekadar menyangkut kecepatan penyajian berita atau tampilan visual, melainkan juga kualitas konten, proses verifikasi data, serta keberpihakan pada kepentingan publik. Media dituntut tetap independen dan kritis, namun tetap konstruktif dalam mengawal jalannya pembangunan.

Selain itu, penguatan ekosistem pers yang sehat juga menjadi agenda penting. Lingkungan kerja jurnalistik yang profesional diyakini mampu mencegah praktik-praktik tidak sehat, sekaligus menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks dan informasi menyesatkan yang berpotensi meresahkan masyarakat serta merugikan stabilitas sosial dan ekonomi.

Dari sisi ekonomi, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pers dan pemerintah daerah. Media diharapkan berperan aktif dalam mempromosikan potensi ekonomi kerakyatan, UMKM, sektor pertanian, pariwisata, dan berbagai program unggulan daerah agar dikenal lebih luas dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pers memiliki peran strategis dalam membangun optimisme dan kepercayaan publik. Melalui pemberitaan yang berimbang, faktual, dan edukatif, media dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Tulungagung berharap peringatan Hari Pers Nasional 2026 tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan jati diri pers sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Ia menegaskan bahwa insan pers dituntut untuk terus menjaga independensi, profesionalisme, serta integritas dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan.

Ia juga mengharapkan pers, khususnya di Kabupaten Tulungagung, mampu mengambil peran strategis dalam mengawal pembangunan daerah secara objektif dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara jujur dan berimbang. Dengan ruang informasi yang sehat, pers diyakini mampu memperkuat kohesi sosial dan membangun kepercayaan publik.

BACA JUGA:  Waspada Karhutla, Polsek Toba Gelar Sosialisasi dan Pembinaan kepada Warga

“Melalui pers yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik, saya yakin Tulungagung akan memiliki ekosistem informasi yang berkualitas. Dari sanalah akan tumbuh masyarakat yang cerdas, ekonomi daerah yang berdaya saing, serta pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai