Fasilitas Air dan Toilet Dikeluhkan, Kepala Terminal Gayatri Akui Keterbatasan dan Ajukan Anggaran ke BPTD Jatim

Tulungagung,-Kondisi fasilitas umum di Terminal Gayatri Tulungagung kembali menjadi sorotan. Instalasi air di sebelah mushola, tepat di pintu masuk terminal, dilaporkan tidak berfungsi normal. Air yang keluar sangat kecil saat digunakan untuk mencuci tangan maupun berwudhu, bahkan kerap mati setelah mengalir pelan beberapa saat.

Selain itu, kondisi toilet umum juga dikeluhkan penumpang. Lantai terlihat kotor, bau tak sedap tercium, dan perawatan dinilai kurang maksimal. “Kalau dipakai cuci tangan atau wudhu, airnya kecil sekali. Lama-lama malah tidak keluar sama sekali. Toiletnya juga kotor,” ujar salah satu penumpang, Minggu (1/3/2026).

Sebagai terminal Tipe A yang melayani angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Terminal Gayatri berada di bawah kewenangan BPTD Kelas II Jawa Timur. Artinya, pengelolaan dan penganggaran perawatan fasilitas menjadi ranah BPTD sebagai perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Terminal Gayatri, Yono, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran perawatan dan pemeliharaan fasilitas kepada BPTD Kelas II Jawa Timur.
“Sudah kami ajukan ke BPTD Kelas II Jawa Timur untuk anggaran perawatan dan pemeliharaan fasilitas terminal. Kami hanya mengutamakan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Yono kepada awak media, Minggu(1/3/2026).

Ia mengakui, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu kendala dalam menjaga kebersihan dan perawatan fasilitas umum. Saat ini, Terminal Gayatri hanya memiliki tiga tenaga kebersihan untuk menangani seluruh area terminal.
“Kami memang hanya mempunyai tenaga kebersihan tiga orang, jadi ya tidak maksimal,” ungkapnya.

Terkait rencana pembenahan, Yono menyebutkan bahwa perawatan dan pemeliharaan direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2026. Namun, saat ditanya mengenai besaran anggaran yang akan turun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti nominalnya.
“Soal anggaran 2026 berapa yang turun dari BPTD Kelas II Jawa Timur, saya belum tahu,” katanya.

BACA JUGA:  Kapolres Gowa Bersama Pejabat Utama Silaturahmi di Kediaman Raja Gowa Ke-38

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik. Pasalnya, fasilitas air bersih dan toilet merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa menunggu terlalu lama. Masyarakat berharap komitmen pelayanan maksimal yang disampaikan pengelola benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga Terminal Gayatri sebagai terminal utama lintas provinsi mampu memberikan pelayanan yang layak, bersih, dan manusiawi bagi seluruh penumpang.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai