Dapur MBG Berguguran di Tulungagung: 39 SPPG Disetop, Percontohan Polres Tak Lolos Uji Dasar

Tulungagung,-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sorotan setelah puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN),kamis(12/3/2026).

Salah satu dapur yang ikut terdampak adalah SPPG Polres Tulungagung Gondang Jarakan, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai dapur percontohan program MBG.

Penghentian operasional ini tertuang dalam surat resmi BGN bernomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa sejumlah dapur MBG di Tulungagung belum memenuhi standar teknis dan administratif yang menjadi syarat dasar operasional.

Beberapa temuan utama yang menjadi alasan penghentian sementara antara lain belum tersedianya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), fasilitas administrasi yang belum lengkap, serta standar teknis kebersihan dan sanitasi yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Meski sebagian SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan fasilitas tempat tinggal bagi kepala SPPG maupun pengawas, BGN menegaskan bahwa seluruh standar tetap harus dipenuhi sebelum dapur kembali beroperasi.

BGN menegaskan penghentian ini bersifat sementara. Operasional dapat kembali berjalan setelah pengelola SPPG menyelesaikan pembangunan IPAL, melengkapi fasilitas administrasi dan operasional, serta melaporkan pemenuhan persyaratan kepada Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut daftar SPPG di Kabupaten Tulungagung yang dihentikan sementara operasionalnya:
Karangtalun, Kalidawir – Moh. Burhan
Podorejo, Sumbergempol – Ria Wulandari
Balerejo, Kauman – Risnaya
Bolorejo, Kauman – Moh. Alex
Gilang, Ngunut – Moh. Iqbal
Karangrejo, Boyolangu – Amran Faizin
Karangtalun, Kalidawir – Tama Minimal
Jatimulyo, Kauman – Pandu Setian
Gedangan, Karangrejo – Hermawan Septa
Moyoketen, Boyolangu – St. Arinea
Pakel, Ngantru – St. Nur Azizah
Balesono, Ngunut – Indra Kurnia
Serut, Boyolangu – Ahmad Samsu
Ketanon 2, Kedungwaru – Ike Ratna
Ringinpitu, Kedungwaru – Andrean
Domasan, Kalidawir – Nauval
Bendosari, Ngantru – Karmelita Dela
Ngunut 1 – Moh. Lifatul
Sembung, Tulungagung – Beni Bagus
Suruhan Lor, Bandung – Renaldi Dio
Kemala Bhayangkari, Bandung – Moh. Gustian
Karangrejo, Boyolangu – Kharisma
Sobontoro, Boyolangu – Ubaidillah
Gesikan, Pakel – Moh. Burhan
Mulyosari, Pagerwojo – Riyoji Arsi
Samar, Pagerwojo – Silodamar
Ngrance, Pakel – Afi Mashuri
Jarakan Polres, Gondang – Christina Mega Utami
Sembon, Karangrejo – Mahtuh
Rejotangan 2 – Fadel Moh
Tanggulturus, Besuki – Azis Bahtiar
Campurdarat 2 – Yongki
Moyoketen, Boyolangu – Repia Abi
Karanganom, Kauman – Sebrina M
Gondosuli, Gondang – Nurul Aulia
Bungur, Karangrejo – Firzila
Bendosari, Ngantru – Ahmad Faqih
Tanjungsari, Boyolangu – Calvin
Sukorejo, Karangrejo – Yusufa

BACA JUGA:  Bupati Gatut Sunu Wibowo Hadiri Sholat Idul Fitri 1447 H di Tulungagung: Lautan Jamaah, Pesan Persatuan, hingga PR Besar Infrastruktur

Langkah ini menunjukkan ketegasan BGN dalam menegakkan standar pelaksanaan program MBG.
Tidak hanya dapur biasa, bahkan dapur yang berada di lingkungan kepolisian sekalipun tetap dikenakan penghentian apabila belum memenuhi persyaratan dasar kebersihan, sanitasi, dan infrastruktur pendukung.

Penertiban ini diharapkan menjadi evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan program MBG benar-benar memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan sebelum kembali dijalankan di lapangan.(Ft)

Mungkin Anda juga menyukai