Aksi Besar Masyarakat Desa Ngrejo Menggema: Ribuan Warga Geruduk PT HK Gala, Tuntut Kepastian Pembangunan JLS
Tulungagung,-menjadi hari yang tidak akan pernah terlupakan bagi masyarakat Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Kabupaten Tulungagung. Ribuan warga lebih dari 1.000 orang bergerak dalam satu barisan besar di bawah payung Tulungagung 212 Korwil Selatan. Aksi damai ini menjadi bentuk protes terbesar dari warga Ngrejo sepanjang sejarah terkait pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS), Selasa(2/12/2025).
Rombongan massa yang didominasi kendaraan roda dua, disusul truk, pikap, dan beberapa kendaraan roda tiga, bergerak serempak dari desa menuju kantor PT HK Gala selaku pelaksana proyek konstruksi JLS Tulungagung. Meski jumlah massa besar, seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan lain sepanjang perjalanan. Tidak ada tindakan anarkis, semua murni dilakukan sebagai panggilan hati dan keresahan warga atas kondisi lapangan yang makin memprihatinkan.
Aksi ini digelar sehari setelah audiensi yang difasilitasi Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, S.Sos, Senin(1/12/2025),di kantor DPRD. Warga datang untuk mendengar langsung jawaban PT HK Gala atas petisi yang sebelumnya telah disampaikan.
Namun setelah perwakilan PT HK Gala membacakan isi petisi serta menunjukkan tanda tangan masyarakat Desa Ngrejo, warga merasa jawaban tersebut belum menyentuh akar persoalan. Mereka menilai penjelasan masih sebatas formalitas tanpa jaminan tindakan nyata.
Salah satu pimpinan Tulungagung 212 menyampaikan bahwa warga tidak ingin mendengar janji di belakang meja. Mereka menuntut PT HK Gala bersama Kementerian PUPR turun langsung ke lapangan meninjau kondisi terkini, agar tidak lagi sekadar membuat asumsi dari ruangan yang nyaman.
Dalam orasinya, salah satu tokoh masyarakat Desa Ngrejo menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berlarut-larut. Kondisi tanah yang terus bergerak, struktur yang rawan, dan jalur yang makin berbahaya menuntut tindakan cepat. Ia menegaskan bahwa warga telah terlalu lama dibebani janji tanpa progres konkret.
Korlap Aksi 212 Korwil Selatan, Roni, menyampaikan tuntutan paling keras hari itu: PT HK Gala harus menandatangani pakta integritas berisi kesanggupan mempercepat pembangunan dan mengambil tindakan konkret. Roni menegaskan, bila dalam 7 hari tidak ada progres atau tidak ada respons terhadap pakta integritas tersebut, maka Tulungagung 212 akan mengerahkan massa lebih besar dan melakukan aksi lanjutan yang akan bertahan di kantor PT HK Gala tanpa batas waktu.
Perwakilan PPK Kementerian PUPR, Budiyana, memberikan pernyataan bahwa pihak kementerian bersama PT HK Gala yang diwakili oleh Adhi,akan bertanggung jawab dan berkomitmen menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat memahami urgensi kondisi lapangan dan akan segera menindaklanjuti.
Namun bagi warga Ngrejo, janji ini harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan formal.
Salah satu warga Desa Ngrejo menekankan bahwa intensitas hujan yang tinggi menambah ancaman baru. Kondisi tanah yang labil bisa membahayakan warga kapan saja. Mereka berharap penanganan segera dilakukan karena keselamatan masyarakat adalah persoalan yang tidak bisa ditunda.(Ft)









